Pasar Tobong dan Puskesmas Kutasari Akan Direvitalisasi

PURBALINGGA –  Rombongan Tim 2 Tarawih Keliling (Tarling) yang dipimpin oleh Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon, Senin (5/6) bertandang ke Masjid Al Barokah Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari. Tarling ini, selain menjalankan misi Kabupaten Purbalingga mendorong masyarakat yang religius beriman dan bertakwa, juga untuk menyerap aspirasi dari masyarakat.

Pada kesempatan Tarling kali ini, Wakil Bupati menyampaikan ada sejumlah kegiatan fisik yang akan berlangsung di Kecamatan Kutasari di tahun anggaran 2018. Total nilai kegiatan tersebut mencapai Rp 6,8 miliar.

“Pembangunan yang cukup menonjol pada tahun ini di Kutasari yaitu pembangunan Puskesmas Kutasari, dan revitalisasi Pasar Tobong,” katanya.

Saat ini, kata Wabup Tiwi masih ada beberapa desa di Kutasari yang masuk dalam zona merah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Diantaranya adalah Desa Candinata, Desa Cendana, Desa Karangjengkol dan Desa Karangcegak.

“Di Kutasari PR-nya masih banyak, karena ada 4 desa yang masuk zona merah. Saya harap dengan direvitalisasinya Pasar Tobong nanti bisa semakin meningkatkan perekonomian masyarakat Kutasari, termasuk di Karangcegak ini,” katanya.

Sementra itu Camat Kutasari Sutrisno SSos menyampaikan sejauh ini pembangunan infrastruktur di Kutasari berlangsung cukup pesat. Tahun 2017 lalu telah dilakukan pelebaran jalan dari Purbalingga ke Kutasari.

“Purbalingga – Tobong sudah cukup lebar. Hanya di sekitar Walik dan Meri itu yang masih agak keriting dan bergelombang. Perlu pelebaran menghabiskan bahu jalan dan sepertinya juga butuh talud pengaman,” kata Sutrisno.

Sementara itu kondusifitas dan keamanan di Kutasari saat ini cukup damai. Sutrisno menyampaikan pihaknya bersama Polsek dan Danramil telah berkordinasi ke lembaga pendidikan Islam atau Pondok Pesantren yang ada di Kutasari untuk menjamin keamanannya.

Beberapa desa di Kutasari tahun 2018 ini juga mendapatkan suntukan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemkab Purbalingga. Umumnya bantuan tersebut digunakan untuk merevitalisasi Balai Desa agar lebih megah.

“Namun demikian masih ada 5 desa belum dapat BKK, sehingga terkadang Kepala Desa suka ngiri. Beberapa yang tidak menerima BKK tahun ini adalah Desa Cendana, Karangjengkol, Limbangan dan Karangklesem,” paparnya.

Di Kecamatan Kutasari, kata Sutrisno masih ada 4 desa yang masih butuh pendampingan-pendampingan dan sentuhan. Diantaranya adalah Desa Karangcegak, Karangjengkol, Cendana dan Candinata. “Kalau dari kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi dibanding desa lain mereka masih sangat kurang. Kami temui ada 148 kasus stunting (gagal pertumbuhan/kerdil) dan anak usia sekolah tidak sekolah (AUSTS) ada 137 anak. Penerima Beras Sejahtera juga populasinya masih di atas 50% dari jumlah warga,” katanya.

Namun demikian, kata dia tim dari Kabupaten turun ke lapangan untuk mendiagnosa kelemahan maupun kekuatan harapannya nanti ada perubahan di empat desa ini. “Angka ibu melahirkan tinggi. Di Desa Candinata ini juga tergolong tinggi. Sehingga disana dibentuk kampung KB harapannya bisa berlangsung sukses dalam menekan laju pertumbuhan jumlah penduduk,” katanya.(Gn/Humas)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *