Desa Pandansari Kecamatan Kejobong Lokasi TMMD Sengkuyung II.

Rakor TMMDDesa Pandansari Kecamatan Kejobong ditetapkan menjadi lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II tahun 2014. Rencananya, TMMD Sengkuyung II akan dilaksanakan selama 21 hari sejak 9 hingga 29 Oktober 2014.

Bupati Purbalingga melalui Wakil Bupati Tasdi menuturkan, program TMMD yang sudah dilaksanakan berulang kali merupakan momentum yang baik untuk meningkatkan kemanunggalan pemkab dengan TNI, Polri dan masyarakat. TMMD juga menjadi sarana menumbuhkan kembali semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kegotongroyongan ditengah-tengah masyarakat.

“Pelaksanaan TMMD Sengkuyung sangat perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dukungan wajib kita berikan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pelestariannya. Bukan hanya dari kalangan masyarakat, namun utamanya dari dinas instansi terkait di kabupaten Purbalingga,” tegas Wabup Tasdi saat membuka Rakor Pelaksanaan TMMD Sengkuyung II di Operation Room Graha Adiguna, Senin (6/10).

TMMD lanjut Wabup, merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan semua unsure terkait dengan sasaran membangun fisik dan non fisik di wilayah desa. Program TMMD dan sejenisnya masih sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan pembangunan di pedesaan. “Saya berharap, kedepan kegiatan seperti ini akan semakin baik, dengan kualitas yang meningkat pula,” ujar Wabup.

Menyangkut pengerahan personil masyarakat saat pelaksanaan kegiatan, Kasdim 0702 Purbalingga Mayor Kav. Haryono meminta dapat lebih ditingkatkan sesuai dengan jadwal yang dibuat. Selama ini, menurutnya, kesertaan masyarakat dan personil bantuan dari dinas instansi terkait belum memenuhi harapannya.

“Karena ini kegiatan kebersamaan dan kegotongroyongan, saya minta pengerahan personil dari masyarakat bisa ditingkatkan. Jangan sampai ada masyarakat yang malah membayar orang untuk ikut kerja bhakti,” katanya.

Menurut Haryono, pengerahan personil untuk kegiatan fisik yang dijadwalkan dalam setiap harinya mencapai lebih dari 100 orang. Dari personil Kodim sebanyak 40 orang, Dinas terkait 5 orang, Masyarakat 50 orang dan mahasiswa Unsoed 19 orang. “Dukungan personil juga diperlukan dalam kegiatan non fisik oleh dinas instansi terkait. Termasuk para mahasiswa Unsoed,” jelasnya.

Dijelaskan Kasdim, sasaran fisik yang akan digarap meliputi pembuatan rabat beton dengan volume 1.091 m x 2,5 m, kemudian pembangunan talud 340m x 0,40m x 0,30m, dan pembangunan tiga unit gorong-gorong masing-masing dengan volume 0,50m x 4m. Lainnya membangun jembatan volume 8m x 4m x 6m.

Sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi program di 5 desa sekitar, meliputi Desa Krenceng, Nangkasawit, Kejobong, Bandingan dan Pandansari.

“Alokasi anggaran yang digunakan mencapai Rp 265 juta berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah Rp 130 juta, Dana Stimulan Rp 35 juta, dan APBD Purbalingga Rp 100 juta,” pungkasnya. (Hardiyanto)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *