Bupati dan Wabup Harus Jadi Dua Sejoli

pelantikan  wakil bupati

Gubernur Jawa Tewngah Ganjar Pranowo meminta pasangan Bupati Sukento Rido Marhaendrianto dan Wakil Bupati Tasdi bisa menjadi dua sejoli . Dua sejoli yang diharapkan saling menjalin cinta politik yang baik, ibarat pasangan Galih dan Ratna.

“Setelah dilantik menjadi Wakil Bupati, Pak Tasdi harus bisa bekerjasama dengan Bupati. Sehingga saya berharap pasangan sejoli ini bisa menjadi daya dorong kekuatan pembangunan di Purbalingga,” pesan Gubernur Ganjar Pranowo usai melantik dan mengambil sumpah Tasdi SH MM menjadi Wakil Bupati Purbalingga periode 2010 – 2015, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD, di Pendapa Dipokusumo, Jumat (16/5).

Rapat paripurna yang deipimpin Ketua DPRD baru, Haryoto, dihadiri Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, mantan Bupati Triyono Budi Sasongko, para Muspida provinsi, Muspida Purbalingga, jajaran dinas/instansi dan ribuan tokoh masyarakat di Purbalingga.

Ganjar menilai, kaderisasi kepemimpinan di Purbalingga merupoakan kaderisasi yang sempurna. Dimana ada semacam politik “Ublek-Uthek” dari masa kepemimpinan Triyono Budi Sasongko yang kemudian digantikan Wakilnya Heru Sudjatmoko. Usai Heru dilantik untuk mendampingi Ganjar menjadi Wakil Gubernur Jateng, maka kepemimpinan Purbalingga kembali bergeser kepada Wakil Bupati Sukento Rido Marhaendrianto.

“Dan hari ini, saya baru saja melantik mantan ketua DPRD Purbalingga menjadi wakil bupati. Ini sempurna dan saya berharap kaderisasi kedepan akan berjalan terus menerus,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Ganjar yang hadir bersama istri Atikoh Ganjar Pranowo, kembali menegaskan komitmennya untuk membantu mewujudkan wacana pengembangan lapangan udara Wirasaba menjadi bandara komersial. Ganjar bahkan kembali meminta Bupati Sukento untuk segera melengkapi, menganalisis dan membuat rencana aksi percepatan Bandara Wirasaba, agar cepat terealisasi.

“Saya butuh kajian yang mutahir. Yakni fisibiliti study yang terkini. Kalau hari ini bisa, saya sudah siapkan lobi dengan kementerian perhubungan. Bahkan kalau perlu hingga sampai Presiden,” tegasnya.

Dari lobi itu, menurut Ganjar, sebenarnya  sangat memungkinkan Lanud Wirasaba dikembangkan menjadi bandara komersial karena Bandara Tunggul Wulung Cilacap tidak terlalu bisa tumbuh. Selain itu,dari sisi geografi, Bandara Tunggul Wulung agak terlalu jauh ke ujung barat sehingga lebih memfasilitasi Jawa Barat.

“Daerah Kedu Selatan sampai Banyumas tidak ada sama sekali. Jadi sepertinya, dari sisi penerbangan, daaeraj Jateng wilayah Barat – Selatan ini sangat terisolasi,” katanya.

Dia mengaku telah menyampaikan masalah tersebut kepada Kemenhub dan tampaknya telah mendapat lampu hijau. Oleh karena itu, dia meminta dokumen pembangunan bandara tersebut harus segera ada, sehingga bisa barengkan dengan pengembangan Bandara Ahmad Yani.

“ Ahmad Yani itu alhamdulillah bisa jalan, buktinya PP-nya (Peraturan Pemerintah, red.) bisa berubah. Saya targetkan tahun ini sudah ada dokumen itu. Makanya saya kejar ini. Kalau bisa sekarang, barangkali bisa menjadi prestasi pemerintahan yang sekarang,” katanya.

Dia mengaku tidak akan tanggung-tanggung dalam mengawal pengembangan bandara Wirasaba. “Harus ada yang mengurus. Saya akan membantu. Nanti kalau proses di Direktoratnya (Direktorat Perhubungan Udara, red.) lama, saya akan bicara dengan menteri, baru Presiden. Informalnya sudah saya sampaikan langsung ke Presiden,” katanya.

Ia mengaku optimistis perekonomian di wilayah Jateng bagian selatan akan maju dan berkembang jika Lanud Wirasaba dikembangkan menjadi bandara komersial. Dia juga akan mendorong pembangunan Jalur Lintas Selatan Selatan (JLSS) dilanjutkan kembali. “Bandara akan menjadi trigger untuk berkunjung ke wilayah Jateng Barat – Selatan. Pertumbuhan ekonominya akan bagus banget,” katanya.

Kunjungan Gubernur Ganjar Pranowo di Purbalingga, tak hanya mengambil sumpah dan melantik wakil bupati. Sebelumnya, Jumat (16/5) pagi, Ganjar menghadiri majelis taklim masjid agung Daarussalaam Purbalingga yang dihadiri imam masjid Madinah Syeikh Ali Jaber. Syeikh yang terkenal di Indonesia lewat salah satu program yang disiarkan televise nasional ini, juga menjadi Imam dan Khotib saat sholat Jumat di masjid kebanggaan masyarakat Purbalingga itu.

Ganjar juga bertemu dengan pengurus Yayasan Thalasemia Purwokerto di rumah kediaman gang Panca. Selain itu, meresmikan Posko Jokowi Purbalingga di Jalan Dipokusumo, meninjau jembatan gantung di Desa Bantarbarang Rembang dan malamnya menikmati jamuan makan malam di Pringgitan Rumah Jabatan Bupati. (Hardiyanto)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *