Tangkal Paham Radikalisme Dengan Belajar Keseimbangan Hidup Bersama Cak Nun.

PURBALINGGA – Hujan yang mengguyur kompleks Pondok Pesantren (ponpes) An-Nahl yang diasuh oleh KH. Fitron Ali Sofyan Desa Karangreja Kecamatan Kutasari, tak menyurutkan ribuan warga mengikuti tadabburan bersama NH. Ainun Najib (Cak Nun) dan Kyai Kanjeng pada Sabtu malam (24/09) yang digelar dalam rangka haflah ulangtahun ke 16 ponpes An-Nahl.
Tak terkecuali Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi yang hadir bersama suami Rizal Diansyah, didampingi unsur Forkopimda Kabupaten Purbalingga, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dan juga sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Wabup Tiwi menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan ponpes An-Nahl karena menurutnya kegiatan ini dapat menambah ilmu pengetahuan, wawasan, dan cara berpikir yang baik bagi khususnya generasi muda sehingga terhindar dari paham-paham radikalisme serta pergaulan yang salah yang menyebabkan generasi muda terjerat narkoba dan juga kasus-kasus pelecehan seksual yang semakin marak khususnya di Purbalingga.
“Semoga ponpes An-Nahl mampu mencetak generasi muda yang berkualitas dan memiliki ilmu agama yang baik sehingga ikut berkontribusi mewujudkan Purbalingga yang berakhlakul karimah, mampu membentengi dari paham radikalisme dan pengaruh buruk pergaulan salah yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah keagamaan,” kata Wabup Tiwi.
Cak Nun dengan penampilan Kyai Kanjengnya yang atraktif mampu membawa hanyut warga yang hadir menuntaskannya sampai di hari Minggu (25/09) sekira pukul 02.00 WIB. Antusias warga dikarenakan dari Cak Nun yang didampingi para ulama, tokoh lintas agama dan juga tokoh masyarakat Purbalingga, memberikan pencerahan, motivasi, serta memberikan pengetahuan keseimbangan hidup dengan gaya khas seorang Cak Nun yang sangat dikagumi banyak orang.
Dari masing-masing tokoh yang mendampingi tadabburan dari Cak Nun, adalah Kajari Purbalingga T. Banjar Nahor yang menyatakan bahwa dari Cak Nun dirinya lebih terbuka mengenai demikian pentingnya arti persatuan dari seluruh umat. Banjar Nahor juga berharap, dari tokoh-tokoh seperti Cak Nun kelak masyarakat akan mendapatkan hidayah untuk hidup lebih baik dan dijauhkan dari paham-paham radikalisme yang semakin mengkhawatirkan khususnya di Purbalingga.
“Dari awal mengikuti kegiatan yang saya garis bawahi adalah, dengan mengikuti kegiatan ini kita teruskan amanah untuk bersama-sama membangun Purbalingga, jauhkan perbuatan-perbuatan salah yang menyebabkan pelanggaran hukum. ” katanya. (taufiq.h /f

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *